Selasa, 13 Desember 2011

Someone Like You vs. Move On


Kita semua pasti sudah tidak asing lagi dengan lagu yang dikarang Adele ini..
Lagu adalah salah satu lagu fenomenal yang berwujud kegalauan akibat putus cinta.
Tadi pagi gw baca news di Yahoo, terus ketemu ini artikel yang membahas tentang dampak besar yang dihasilkan oleh popularitas lagu ini.


"(“Someone Like You” adalah salah satu lagu yang paling sering diputar di dunia sepanjang tahun 2011. Ini lagu kebangsaan orang-orang yang masih tidak mampu mengubur kisah cinta masa lalu).

Adele kini dianggap sebagai ratu kegalauan yang dapat memimpin jutaan umatnya untuk melakukan ibadah galau berjamaah.

Dulu, jika orang sedang bersusah hati, ia akan lebih banyak diam dan menutup diri. Tapi orang sekarang bangga dengan kesedihannya. Mereka bisa memproklamasikan diri sedang gundah. Dan keberadaan Adele ini sangat mendukung situasi tersebut. Dengan mendengarkan Adele, kegalauannya dapat terlihat lebih keren.

Mungkin orang yang sebenarnya bahagia pun bisa seketika galau ketika mendengarkan Adele. Kerisauan, yang sebenarnya tidak ada, seakan-akan timbul ketika mendengarkan lantunan lirik-lirik muram.

Tidak bisa diingkari, Adele dan kegalauan adalah bentuk kelatahan masyarakat atau mungkin juga bisa dikatakan sebagai tren terbaru."



Hal paling menarik yang baru gw tau dari artikel itu  adalah, lagu ini... adalah salah satu lagu yang paling sering diputar di seluruh dunia pada tahun 2011.
Gw pas baca itu dalam hati mikir.. "apa ini artinya.. diluar tu ada banyak orang ya yang lebih memilih utk berkutat masa lalu dan tidak move on?"


Ketika mengalami masalah, ntah putus cinta, dll, kita seringkali lebih memilih utk bersedih terus menerus dan tidak move on.
Kayanya lebih enak duduk nangis sambil nunduk kepala, menutup diri sambil bangga ama kegalauan sendiri ketimbang mikirin klo Tuhan punya rencana yang lebih baik untuk kita.


Bbrp waktu yang lalu gw diputusin ama pacar.
Awalnya gw agak sakit hati sih. Malah kayaknya abis diputusin tuh, jadi kepikiran terus.
Mungkin dari luar, temen2 gw liatnya tu gw kuat. gw bisa. tapi kenyataannya, bahkan bagi orang rada supercuek kayak aku pun, aku mungkin bisa liat dari dalem hati klo aku tu agak sedikit mrasa kehilangan.
Aku masih ingat aku sempet buka lagu Adele..
"Sometime it lasts in love... but sometimes it hurts instead..."


Ntahlah masalah pacaran, keluarga, prestasi, kerja, kita seringkali temuin masalah.
Sekilas berkutat dalam kesedihan itu tampaknya lebih enak daripada bangkit.
Alasannya, mungkin karena kita udah terlanjur pewe. 
Ato, emang lupa kalo ni hidup gak sampe sini aja.


Tuhan ciptain kita bukan utk jadi seorang yang gagal. Dia ciptain kita itu lbh dari pemenang, dan itu maksudnya, pemenang di SETIAP SITUASI.


Dulu aku juga kayak begitu kok. Cuman dengan berjalannya waktu,
Aku mulai mikir. Buat apa sih aku hidup cmn nyeselin diri? Ato apa gak sia2 ya wktu2 yang aku punya seringkali aku pake cmn buat duduk-diam-nangis?
Selagi Tuhan masih ngasih aku nyawa utk hidup hari ini, brarti Dia juga ngasih aku harapan. Ngasih aku anugerah utk hidupin hari ini dengan baik. Mulai saat itu juga, klo ada masalah, aku tetep bisa cheer up. :D


Tuhan emang gak pernah janjiin dunia ini bakal selalu adil.
Tapi Dia janji kalo apapun yang terjadi, Dia gak bakalan ninggalin kita.
"Aku tidak akan sekali-kali meninggalkan engkau, 
Aku tidak akan sekali-kali membiarkan engkau."


I may not be perfect, but I want to do my best for God.
Just do it before it's too late. 
Remember when you love to wait until you feel that your life is perfect, time will always flow..
And the truth is, you don't have much time in this world and it's impossible for you to reach that position by just sitting and waiting.
Life will be even harder when you choose to stop.


Phillipians 3:13: "But one thing I do, forgetting what is behind and straining toward what is ahead."



Tidak ada komentar:

Posting Komentar