Kami siswa-siswi Santa Maria diundang untuk mengambil rapor.
Tapi masalahnya, kalo mama saya gak ingetin, mungkin saya bakalan lupa klo hari Sabtu harus ambil rapor.
Akh, hari ini bener2 hari yang aneh.
Drastis dan bombastis.
Jam 06:20 : *Bangun* "Ah jangan jam 8 deh!!" *lihat jam* *tidur lagi*
jam 07:45 : Bangun lagi. *lihat jam* "Ah masih jam 06.45. Tidur lagi deh." (Ah, mata ini memang menipu)
Jam 08:20 : *Bangun* *kaget liat jam* *Loncat dari tempat tidur*
"Kakak! udah jam brp?? William kemanaaa??"
"William udah pergi, Tris. Sekarang jam 8 lewat."
"Haa? Aku barusan salah liat jam, kirain BARU jam 7 lewat." (Sekali lagi, mata memang bisa menipu. ~_~)
*siap-siap* *liat kaca*
*5 menit kemudian*
"Pa!! Ayo cepet!! Aku mau ambil rapot nih!!!" triakku sambil liat kaca.
*10 menit kemudian*
"Pa, ayo ayo!!" triakku sambil MASIH liat kaca.
*15 menit kemudian*
Baru naik mobil. --"
Akhirnya... setelah bbrp hari tidak menginjak tanah sekolah, sambil dengerin beberapa temen saya yang triak2 komentarin rambut baru aku, aku melajukan kaki aku dengan 'kecepatan tingkat santai'.
"Tris, selamat ya!"
"Ha apaan? ada apa ya?" (Aku bener2 ngerasa kayak cewe imbisil. bener deh)
"Kamu juara 1. Masa baru tau?"
"Haaa? Aku juara 1 ya? Kok bisa?"
"Masa nanya gitu sih -________________________-"
Aku naik tangga menuju ke kelas bersama dengan teman dekatku, Yen.
Wali kelasku sedang sibuk berurusan sambil mengomentari dan menasehati murid lain yang sedang memerhatikan nilai rapotnya.
Akhirnya tiba giliran aku.
"Patricia, slamat kamu dapet juara 1. Pertahankan ya. Bapak liat sepertinya kamu bermasalah ya dengan hapalan?"
"Wah memang saya sebenarnya gak suka menghapal, Pak. Hahaha"
"Iya, Bapak liat disini kamu malah lebih tinggi nilai matematikanya."
"Oh ya? Kok gitu ya? Ntah lah, saya juga kaget Pak."
"Hahaha tapi secara keseluruhan nilai kamu sudah bagus kok. Asal ingat dipertahankan, ya."
"Oke Pak. Terima kasih."
Aku pulang sambil berpikir dalam hati, "Angin darimana ya bisa dapet juara 1? Aneh."
Ah, tapi memang hidup ini penuh dengan hal-hal yang tidak bisa dipercaya.
Tapi, Tuhan, makasih ya.
Aku tau ini semua bukan benar-benar karena usahaku semata doank, tapi ini semua karena Engkau yang menjadikan segala sesuatu yang awalnya keliatannya mustahil menjadi kenyataan.
Aku bersyukur banget, Tuhan Yesus. :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar